Minggu, 21 Maret 2010

DEFINISI NEGARA, BANGSA, DAN NEGARA BANGSA

DEFINISI NEGARA, BANGSA, DAN NEGARA BANGSA :

A. NEGARA

Awalnya, kata negara berasal dari istilah Italia, lo Stato, diciptakan oleh Machiavelli untuk menggambarkan seluruh hirarki sosial dan aturan yang mengatur sebuah negara. Selama berabad-abad, istilah telah datang untuk mengambil makna yang lebih canggih - namun, dalam banyak hal, itu adalah sebagai istilah yang tidak jelas sebagai bangsa. Sebuah negara, kemudian, dapat didefinisikan sebagai suatu struktur kelembagaan didakwa dengan menjalankan kewenangan dalam lingkup yurisdiksi yang ditentukan (yang sering teritorial di alam). Sering kali, teori politik telah mengandalkan pada definisi yang ditawarkan oleh Max Weber:
"....ein auf das Mittel der legitimen (das heisst: als legitim angesehenen) Gewaltsamkeit gestütztes Herrschaftsverhältnis von Menschen über Menschen" ".... ein Mittel der auf das legitimen (das heisst: als legitim angesehenen) Gewaltsamkeit gestütztes Herrschaftsverhältnis von Menschen über Menschen " [ "a relation of men dominating men, a relation supported by means of legitimate (ie considered to be legitimate) violence" - Max Weber: Politik als Beruf , 1919 ] [ "Relasi laki-laki mendominasi laki-laki, sebuah relasi yang didukung oleh sarana yang sah (yaitu dianggap sah) kekerasan" - Max Weber: Politik als Beruf, 1919]
Negara sehingga kekuasaan tertinggi yang sah (apa pun "sah" dapat diartikan, dalam konteks tertentu) dipercayakan dengan pelaksanaan paksa lebih dari sekelompok orang. Mencolok absen dari definisi ini adalah konsep kekuasaan teritorial, namun legitimasi dan otoritas yurisdiksi negara terikat begitu intiamtely untuk atribut ini yang tidak dapat diabaikan.
Menyimpulkan, atribut-atribut berikut maka karakteristik dari sebuah negara:
• Monopoli latihan kekuatan.
• Legitimasi, seperti yang dirasakan oleh rakyat.
• Struktur kelembagaan yang didirikan untuk menangani tugas-tugas pemerintahan, termasuk, namun tidak terbatas pada, latihan kekuatan.
• Kontrol atas wilayah - mutlak atau parsial.
Hal ini mungkin terjadi karena negara dapat ada dan berfungsi dengan baik tanpa mewujudkan semua atribut ini - namun pasti bahwa semakin kuat dan negara-negara mapan dapat menempatkan sebelah checkmarks setiap item pada daftar.
Sejak 1945 (dan diperdebatkan, sejak 1920), negara-negara di dunia telah terlibat dalam kerjasama aktif dalam organisasi internasional, secara efektif dengan tujuan untuk mengurangi efek stabil nasionalis ekstremisme. Munculnya kembali nasionalisme lokal, terlihat dalam beberapa dekade terakhir, telah menyebabkan konflik kekerasan.
Ke mana negara, maka dalam dunia baru lahir kembali nasionalisme? Ideologi nasionalis lebih suka bahwa setiap negara memiliki negara sendiri - apakah kita kemudian untuk melihat dunia membelah menjadi ribuan negara teritorial?
Berikut ini definisi negara menurut beberapa ahli :
1. Roger H. Soltau : Negara adalah alat (agency) atau wewenang (authority) yang mengatur atau mengendalikan persoalan-persoalan bersama, atas nama masyarakat.
2. Harold J. Laski : Negara adalah suatu masyarakat yang di integerasikan karena mempunyai wewenang yang bersifat memaksa dan yangs secara sah lebih agung daripada individu atau kelompok yang merupakan bagian dari masyarakat itu.
3. Max Weber : Negara adalah suatu masyarakat yang mempunyai monopoli dalam penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam suatu wilayah.
4. Robert M, Maclver : Negara adalah asosiasi yang menyelenggarakan penertiban didalam suatu wilayah dengan berdasarkan sistem hukum yang diselenggarakan oleh suatu pemerintahan yang untuk maksud tersebut diberi kekuasaan memaksa.
Jadi definisi umum bahwa negara adalah suatu daerah territorial yang rakyatnya diperintah (governed) oleh sejumlah pejabat dan yang berhasil menuntut dari warga negaranya ketaatan pada peraturan perundang-undangan melalui penguasaan (kontrol) monopolitis dari kekuasaan yang sah.
Adapun beberapa fungsi-fungsi dari suatu Negara ialah :
1. Mensejahterakan serta memakmurkan rakyat
Negara yang sukses dan maju adalah negara yang bisa membuat masyarakat bahagia secara umum dari sisi ekonomi dan sosial kemasyarakatan.
2. Melaksanakan ketertiban
Untuk menciptakan suasana dan lingkungan yang kondusif dan damani diperlukan pemeliharaan ketertiban umum yang didukung penuh oleh masyarakat.
3. Pertahanan dan keamanan
Negara harus bisa memberi rasa aman serta menjaga dari segala macam gangguan dan ancaman yang datang dari dalam maupun dari luar.
4. Menegakkan keadilan
Negara membentuk lembaga-lembaga peradilan sebagai tempat warganya meminta keadilan di segala bidang kehidupan.
Negara : secara literal, istilah negara merupakan terjemahan dari kata-kata asing, yakni state, staat, dan etat. Kata staat,state dan etat diambil dari bahasa latin status/statum, yang berarti keadaan tegak dan tetap atau sesuatu yangmemilikim sifat-sifat yang tegak dan tetap.
Terjadinya Negara
Secara teoritis
A. teori kontrak sosial
B. teori ketuhanan
C. teori Kekuatan
D. teori Organis
E. teori Historis
F. teori Kedaulatan
B. BANGSA
Gagasan tentang suatu bangsa (dari kata Latin natio yang berasal dari natus "(dari) kelahiran") menyiratkan hubungan darah yang umum. Pada kenyataannya, hubungan ini jarang sebenarnya - lebih sering, itu berasal dari nenek moyang yang didalilkan. Nenek moyang ini bisa tokoh sejarah yang sebenarnya, tetapi sebagian besar waktu, ia adalah sebuah mitos sedang. Tribalisme samping, ikatan yang mengikat sekelompok orang menjadi suatu bangsa yang lebih kompleks dari sekadar hubungan darah (nyata atau khayalan). Hubungan ini benar-benar hanya berlaku pada tingkat terendah masyarakat (dan bahkan saat itu, hirarki lokal terkait dengan darah telah menjadi langka di dunia modern). Sebagai masyarakat beradab yang pernah berkembang lebih kompleks, sering terjadi bahwa kewarganegaraan adalah fungsi dari faktor-faktor yang lebih kompleks - sebuah warisan bersama atau hubungan darah menjadi hanya salah satu dari mereka.
Pengertian bangsa menurut para ahli
1 Joseph Stalin Bangsa merupakan komunitas rakyat yang stabil, yang terbentuk atas dasar kesamaan bahasa, wilayah, budaya dan ekonomi.
2 Jalobsen dan Lipman Bangsa diartikan sebagai kesatuan budaya dan politik.
3 Hans Kohn Bangsa terbentuk karena adanya faktor-faktor kesamaan keturunan, wilayah, bahasa, adat istiadat, kesamaan politik, perasaan dan agama.
4 Anthony D. Smith Bangsa adalah suatu komunitas manusia yang memiliki nama, mitos sejarah bersama, budaya yang umum, pereokonomian bersama, hak dan kewajiban bersama, dan menguasai suatu tanah air.
5 Otto Bauer Bangsa merupakan kelompok manusia yang mempunyai kesamaan karakter yang tumbuh karena adanya persamaan nasib.
Unsur Terbentuknya Bangsa
• Terdapat sekelompok manusia yang berkeinginan untuk hidup bersama dalam sebuah kesatuan.
• Mempunyai tujuan, misalnya keinginan untuk bebas dari penjajahan bangsa asing dan mencapai kemerdekaan.
• Adanya keinginan untuk membentuk sebuah kesatuan dalam hal ekonomi, sosial, politik, komunikasi, budaya, dan solideritas.
• Memiliki keinginan untuk dapat tinggali bersama dalam sebuah wilayah.
• Keinginan untuk dapat melebihi bangsa-bangsa lain dalam berbagai hal.
• Adanya usaha untuk menonjolkan kekhasan bangsa, misalnya dalam bentuk bahasa nasional maupun budaya nasional sehingga dapat dibedakan dengan bangsa lain.
C. NEGARA BANGSA
Saat ini, konsep negara-bangsa dan nasionalisme telah menjadi pengetahuan yang diterima secara apa adanya. apapun negara yang didiaminya, apapun bangsanya, macam apapun nasionalisme yang dimaksudkannya, masyarakat di berbagai belahan dunia seolah bersama-sama telah mengangguk setuju dan menyepakati bahwa negara-bangsa –lengkap dengan ideologi nasionalisme– menjadi bentuk yang ‘universal dan satu-satunya’ untuk menyelenggarakan suatu perikehidupan bersama. Tidak sukar untuk membuktikan hal tersebut. Coba cermati, adakah wilayah tempat tinggal di bumi ini yang belum menjadi klaim atau bagian dari negara tertentu? Adakah individu manusia yang tidak menjadi bagian dari golongan bangsa tertentu? Atau, seberapa banyakkah orang yang berhasil melepas atribut kebangsaannya dan mengatakan, “aku bukan warga bangsa manapun, bukan warga negara manapun, sebut aku ‘manusia dunia’ saja”? Dapatkah orang yang tidak menjadi warga negara tertentu, secara sah memperoleh pengakuan dan perlindungan terhadap hak-hak kehidupannya? Adakah bentuk penyelenggaraan perikehidupan bersama selain negara-bangsa yang diakui kedaulatannya secara politis dalam kancah pergaulan internasional? Dapatkah negara-bangsa bertahan tanpa menganut suatu nasionalisme tertentu? Mengingat hal-hal di atas, tak heran jika pemikiran yang lebih diterima oleh khalayak luas masa kini adalah: hidup di dunia ini tanpa negara-bangsa maupun nasionalisme adalah mustahil dan tidak masuk akal. Menarik untuk ditelusuri bagaimana hal tersebut terjadi: bagaimana konsep-konsep tersebut merasuk menjadi suatu bentuk ‘kenyataan’ dan ‘kebenaran’ yang diyakini sebagai sesuatu yang ‘memang sudah begitu dari sono-nya’ (taken for granted), sehingga tidak perlu dipertanyakan ataupun diusik2 lagi. Padahal, menilik usia peradaban, secara jujur dapat kita akui bahwa konsep-konsep tersebut tergolong masih muda. Menurut Anthony D. Smith, seorang ilmuwan yang dikenal lewat pemikiran-pemikirannya tentang nasionalisme, sejatinya negara-bangsa adalah bentukan yang rawan, terutama terhadap isu etnisitas dan disintegrasi. Hal ini sering dijumpai di negara-bangsa bentukan kolonial atau sering disebut sebagai ‘negara dunia ketiga’. Dirasa ada bias ‘Barat’ dalam pembentukan negara-bangsa maupun konsep nasionalisme megara dunia ketiga. Bentuk dan konsep tersebut bagai diadopsi mentah-mentah oleh negara dunia ketiga, tanpa mempertimbangkan latar belakang keragaman etnik. Ada juga sinyalemen bahwa terjadi ‘pencangkokan’ oleh negara-negara penjajah terhadap negara dunia ketiga. Negara yang dihasilkan pun memiliku karakteristik dan fungsi-fungsi yang serupa: lembaga yang otonom dan terdeferensiasi untuk kepentingan publik; memiliki kekuasaan terpusat yang absah terhadap wilayahnya; serta memiliki monopoli terhadap kekerasan dan ekstraksi (pengumpulan pajak). Cara dan rumus yang digunakan untuk pembentukannya pun berakar dan tidak jauh berbeda dari ‘Barat’, antara lain melalui mobilisasi sosial, asimilasi linguistik, penggunaan media massa dan sistem pendidikan massal. Dengan demikian, terbukti bahwa terbentuknya negara-bangsa maupun nasionalisme bukanlah sesuatu yang terjadi begitu saja. Ia bukan merupakan suatu perkembangan perkembangan alamiah dari tahapan ‘evolusi’ bentuk-bentuk penyelenggaraan perikehidupan bersama. Sebelumnya telah dikenal bentuk komunitas adat/kesukuan, negara-kota, kerajaan, ataupun dinasti (imperium) yang kini tergeser. Oleh sebab itu, kita tidak perlu taklid buta terhadap bentuk negara-bangsa seperti yang kita kenal sekarang. sebagai contoh alternatif, misalnya, Smith menawarkan bentuk federasi atau perserikatan.Saya pribadi memilih untuk mengembalikan ke akar substansinya. Apapun bentuk yang dipilih dalam menyelenggarakan perikehidupan bersama, perlu diingat bahwa bentuk-bentuk tersebut sekedar menjadi alat perjuangan untuk mencapai kedaulatan dari para penyelenggaranya itu sendiri. Jika bentuk-bentuk itu terbukti tidak memadai, jika terjadi pemaksaan untuk terlibat dalam bentuk-bentuk tersebut, jika bentuk-betnuk tersebut justru merampas kedaulatan dan mengeksploitasi rakyat, apalagi jika bentuk-bentuk tersebut dijadikan kedok oleh kepentigan-kepentingan yang menunggangi negara-bangsa kita (baik kepentingan kapitalisme global maupun komprador-komprador domestik), juga menghegemoni dan mengebiri dinamika jiwa-jiwa yang merdeka, maka tidak ada kata lain selain “Selamat Tinggal.

Sumber : http://www.scholiast.org/nations/whatisanation.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Bangsa
http://id.wikipedia.org/wiki/Negara

Selasa, 16 Maret 2010

RAHASIA SUKSES ORANG JEPANG

RAHASIA SUKSES ORANG

kita perlu belajar nih, yang positif dari Bangsa Jepang। Anda berminat untuk sukses ? Pelajari Rahasia Sukses Orang Jepang.

1. Kerja Keras

Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras। Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan.

2. Malu
Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang। Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.

3. Hidup Hemat

Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian। Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00.

4. Loyalitas

Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi। Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan.

5. Inovasi

Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat। Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah.

6. Pantang Menyerah

Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia . Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki , disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo . Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen) . Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan). Kapan-kapan saya akan kupas lebih jauh tentang ini

7. Budaya Baca

Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institute penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.
8. Kerjasama Kelompok

Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik। Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok” . Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.

9. Mandiri

Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri। Irsyad, anak saya yang paling gede sempat merasakan masuk TK (Yochien) di Jepang. Dia harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Teman-temen seangkatan saya dulu di Saitama University mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.

10. Jaga Tradisi & Menghormati Orang Tua

Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini.
Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan.
Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain। Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena “hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang। Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.

SUMBER : MARIO TEGUH

Minggu, 14 Maret 2010

Kumpulan motivasi Mario Teguh
Kita menilai diri dari apa yang kita pikir bisa kita lakukan , padahal orang lain menilai kita dari apa yang sudah kita lakukan, untuk itu apabila anda berpikir bisa, segeralah lakukan.
Bukan pertumbuhan yang lambat yang harus anda takuti, akan tetapi anda harus lebih takut untuk tidak tumbuh sama sekali, maka tumbuhkanlah diri anda dengan kecepatan apapun itu.
Jika anda sedang benar, jangan terlalu berani dan bila anda sedang takut, jangan terlalu takut. Karena keseimbangan sikap adalah penentu ketepatan perjalanan kesuksesan anda.
Tugas kita bukanlah untuk berhasil, tugas kita adalah untuk mencoba, karena di dalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangaun ketepatan untuk berhasil.
Anda hanya dekat dengan mereka yang anda sukai. Dan seringkali anda menghindari oaring yang tidak anda sukai, padahal dari dialah anda akan mengenal sudut pandang yang baru.
Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu, orang-orang yang masih terus belajar akan menjadi pemilik masa depan.
Jangan menolak perubahan hanya karena anda takut kehilangan yang telah di miliki, karena dengannya anda merendahkan nilai yang bisa anda capai melalui perubahan itu.
Anda tidak akan berhasil menjadi pribadi baru bila anda berkeras untuk mempertahankan cara-cara lama anda. Anda akan disebut baru, hanya bila cara-cara anda baru.

Ketepatan sikap adalah dasar semua ketepatan. Tidak ada penghalang keberhasilan bila sikap anda tepat, dan tidak ada yang bisa menolong bila sikap anda salah.
Tidak ada harga atas waktu, tapi waktu sangat berharga. Memiliki waktu tidak menjadikan kita kaya, tetapi menggunakannya dengan baik adalah sumber dari semua kekayaan.
Bila kita mencari uang, anda akan di paksa mengupayakan pelayanan yang terbaik. Tetapi jika anda mengutamakan pelayanan yang baik, maka andalah yang akan di cari uang.
Jangan pernah merobohkan pagar tanpa mengetahui mengapa didirikan. Jangan pernah mengabaikan tuntunan kebaikan tanpa mengetahui keburukan yang kemudian anda dapat.
Jika kita hanya mengerjakan yang sudah kita ketahui, kapankah kita akan mendapat pengetahuan yang baru ? melalukan yang belum kita ketahui adalah pintu menuju pengetahuan.
Kekuatan terbesar yang mampu mengalahkan stress adalah kemampuan memilih pikiran yang tepat. Anda akan menjadi lebih damai bila yang anda pikirkan adalah jalan keluar masalah.
Sumber : Inspirasi dan Motivasi Mario Teguh

Kamis, 04 Maret 2010

GOD'S WAY IS THE BEST WAY

Engkau menyebut AKU “ JALAN ”

Tetapi engkau tidak mau melalui Aku..

Engkau menyebut AKU “ TERANG “

Tetapi engakau lebih suka menyembunyikan perbuatanmu..

Engkau menyebut AKU “ SANG PEMELIHARA “

Tetapi hidupmu penuh dengan bermacam kekuatiran.

Engkau menyebut AKU “ PENEBUS DOSA MANUSIA “

Tetapi engkau masih ingin hidup dalam dosa

Engkau menyebut AKU “ GURU “

Tetapi engkau tidak mengikuti ajaran-Ku

Engkau menyebut AKU “ BAIK “

Tetapi engkau lebih senang melalukan kejahatan.

Engkau menyebut AKU “ HIDUP “

Tetapi engkau tidak ingin hidup di dalam Aku

Engkau menyebut AKU “ TUHAN “

Tetapi engkau tidak menjadi hamba-Ku.

Engkau menyebut AKU “ ALLAH “

Tetapi engkau tidak mau menyembah-Ku.

Engkau menyebut AKU “ GEMBALA “

Tetapi engkau lebih senang berjalan atas kemauan diri sendiri.

Engkau menyebut AKU “ BAPA “

Tetapi engkau tidak berperilaku sebagai anak di hadapan-Ku.

Engkau menyebut AKU “ JURUSELAMAT “

Tetapi engkau tidak yakin sudah di selamatkan oleh-Ku.

Engkau menyebut AKU “ KEBENARAN “

Tetapi engkau lebih senang dongeng pemuas telingamu.

Maka, janganlah heran bila pada hari itu kelak, Aku berkata kepadamu :

“AKU TIDAK MENGENAL KAMU.“

JANGAN TAKUT UNTUK SABAR, TAKUTLAH JIKA TIDAK SABAR

“Jangan Takut Untuk Sabar, Takutlah Jika Tidak Sabar।“

"We could never learn to be brave and patient,
if there where only joy in the world।“

"Genius is only a greater aptitude for patience.”
"If you go Slowly, Time will Walk Behind You.”
"Patience is the Remedy for every trouble.”
"God Help the Patient”

Minggu, 28 Februari 2010

Senin, 22 Februari 2010

DEFINISI GEOPOLITIK

1. Rudolph Kjellen

Cohen (2003) notes that intellectuals such as Aristoteles, Montesquieu, Kant, Hegel and Humboldt already had an understanding of Geopolitics. Nonetheless, Geopolitics as a concept emerged much later (Dodds and Atkinson, 2000):
"Geopolitical thought emerged at the close of the nineteenth century as geographers and other thinkers sought to analyse, explain and understand the transformations and finite spaces of the fin de siècle world."

Kjellen (Swedish citizen, 1864-1922) was the first who coined the concept of Geopolitics in 1899 (Cohen, 2003), defining it as:
"the theory of the state as a geographical organism or phenomenon in space"

This definition contains two elements that are crucial within the concept of geopolitics: power (influence, politics) and space (territory, soil). The central role for the state as only powerful entity is very typical for the definition of Kjellen.

2. Karl Haushofer

Haushofer (1869-1946), whose ideas inspired the Nazi-regime, added political processes to the definition of Geopolitics (Cohen, 2003):
"Geopolitics is the new national science of the state, ... a doctrine on the spatial determinism of all political processes, based on the broad foundations of geography, especially of political geography."

Haushofer considered Political Geography as an essential part of Geopolitics.

3. Peter Taylor

In 1993, Taylor wrote that the revival of Geopolitics had taken shape in three ways:
"...geopolitics has become a popular term for describing global rivalries in world politics."
"...the second form...is an academic one, a new more critical geopolitics. Critical historiographical studies of past geopolitics have been a necessary component of this 'geographer's geopolitics'."
"...the third form...is associated with the neo-conservative, pro-military lobby which have added geopolitical arguments to their 'Cold War rhetoric'. Such studies talk of 'geopolitical imperatives' and treat geography as 'the permanent factor' that all strategic thinking must revolve around."

Taylor further stated that geopolitical analyses always had a national bias: "In the case of geopolitics, it has always been very easy to identify the nationality of an author from the content of his or her writings.". Taylor related Geopolitics to International Relations: "Geopolitics has generally been part of the realist tradition of International Relations."

4. Saul Bernard Cohen

Cohen used this definition in his 2003 book:
"Geopolitics is the analysis of the interaction between, on the one hand, geographical settings and perspectives and, on the other hand, political processes. (...) Both geographical settings and political processes are dynamic, and each influences and is influenced by the other. Geopolitics addresses the consequences of this interaction."

The definition focuses on the dynamic interaction between power and space.

5. Konsepsi Geopolitik

Geopolitik secara etimologi berasal dari kata geo (bahasa Yunani) yang berarti bumi yang menjadi wilayah hidup. Sedangkan politik dari kata polis yang berarti kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri atau negara ; dan teia yang berarti urusan (politik) bermakna kepentingan umum warga negara suatu bangsa (Sunarso, 2006: 195). Sebagai acuan bersama, geopolitik dimaknai sebagai ilmu penyelenggaraan negara yang setiap kebijakannya dikaitkan dengan masalah-masalah geografi wilayah atau tempat tinggal suatu bangsa. Frederich Ratzel mengenalkan istilah ilmu bumi politik (political geography), Rudolf Kjellen menyebut geographical politic dan disingkat geopolitik.





SUMBER : http://exploringgeopolitics.org, apadefinisinya.blogspot.com